4 Langkah Mentransformasi Zona Pertemanan Menjelma Percintaan

4 Langkah Mentransformasi Zona Pertemanan Menjelma Percintaan

Info

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Sebagian orang memercayai, kalau hubungan yang langgeng, dimulai    dari sebuah pertemanan. Menurut studi yang dilakukan Ashley Papa, penulis buku Vixen Investigation: The Mayoral Affairs, pada 2017, 40% dibanding 2. 000 responden, berusia 18-34 tahun,     menyatakan jika hubungan romantis mereka dengan bagian, mulanya berawal dari pertemanan yang platonik.
Langkah yang diambil untuk mengubah teman atau sahabat menjadi pacar, memang agak berisiko, dan terkadang harus melepas status. Apakah Anda berada dalam status ini dan bingung bagaimana membuatnya menjadi kekasih Anda? “Jika Anda dan teman Anda memang memiliki koneksi atau ikatan yang berpengaruh, nyaman, saling menghargai satu sebanding lain, ya, mengapa tidak mengambil keberanian untuk melangkah ke daerah romantis, ” bilang pakar ikatan dari New York, AS, Andrea Syrtash.
Masalahnya, mengungkapkan bahwa Anda mungkin mulai menyukainya bertambah dari sekadar teman dan menginginkan hubungan yang lebih, bikin kacau. Ada rasa ketakutan, kalau dia tidak memiliki keinginan dan perasaan yang sama, maka Anda bakal kehilangan teman terbaik yang penah Anda miliki. Andrea mengatakan, kulit takut. “Mengambil risiko adalah periode dari perjalanan cinta. Setiap langkah yang diambil, pasti punya risiko, yang mungkin setimpal, ” kata Andrea. Ini beberapa langkah dengan bisa dilakukan.

Menyiapkan hati
Pra melancarkan beragam langkah, hal perdana yang harus dipersiapkan adalah berkorban Anda. Ini sulit, apalagi untuk wanita. Anda harus memaksa muncul untuk realistis dan tidak baper. “Sadari di awal, bahwa mau ada beberapa macam reaksi. Kalau dia perlahan menjauh, Setelah Kamu mencoba melancarkan sinyal atau kata, artinya, dia mungkin merasa nyaman dengan Anda, tapi tidak berpendapat Anda orang yang diinginkan menjelma pasangan. Atau dia mungkin teristimewa bingung juga, ” bilang terapis pernikahan dan keluarga dari AS, Dr. Karen Ruskin. Saat itu terjadi, jangan ngambek, lalu makan padanya. Belajar tmenerima kenyataan secara terbuka dan tetap komunikasi. Jika tidak kuat, minta waktu buat menyendiri dulu, namun kembalilah berkomunikasi. Kita tidak tahu, siapa terang masih ada peluang di era mendatang.

Mulailah tampil beda dan menggoda

Saking nyamannya, terkadang kita tidak memperhatikan penampilan setiap kali bertemu sahabat atau teman pria kita. Pria adalah makhluk dengan sangat visual. Mau nyaman bagaikan apapun, kalau Anda tidak terlihat menarik, maka dia tidak akan tertarik secara seksual pada Anda. Pakailah rok, busana dengan warna-warna yang manis. Bukan jins dan kaos. Tak hanya sampai pada situ, mulailah bersikap sedikit menggoda, lebih feminin. “Bukan berarti centil, ya. Tertawalah lebih banyak pada hadapannya, memainkan rambut, menyentuh lengannya, sesekali menyentuh bagian leher Anda saat berbincang, buatkan dia kue, pikatlah dia, ” urai Andrea.

Mengubah rutinitas

Ciptakan suasana romantis    sendiri antara Anda dan dia, dengan mengubah rutinitas atau aktivitas Anda bersamanya. Jika biasanya Anda dan dia bertemu saat jogging bareng, atau menghabiskan waktu sekadar nongkrong, kini secara tampilan yang berbeda, coba menjemput dia ke bioskop di suangi minggu dan makan malam. Semua mengetes, apakah dia mengiyakan propaganda malam minggu bersama Anda ataupun memilih bersama wanita lain, yang mungkin sedang dia dekati. “Dari pada memendam rasa, yang mana itu menyakitkan. Lebih baik mengajaknya keluar secara spesial. Coba sesekali ajak dia berlibur bersama. Waktu berdua bersamanya akan lebih panjang, di sini Anda bisa membuatnya melihat sisi lain dari diri Anda, ” ucap Andrea.

Menggerakkan diri bertanya

Setelah melakukan langkah-langkah di atas tadi, dan tempat mengiyakan setiap ajakan Anda. Merespon gaya Anda menggoda dengan menyenangkan, cobalah beranikan diri untuk meminta kejelasan, apakah memang hubungan itu hanya sebatas pertemanan? Apakah prospek beranjak lebih jauh? Terapis pernikahan dan keluarga, dari Las Vegas, AS, Deidre Jenkins, mengatakan kalau akan lebih mudah untuk membuka komunikasi dengannya tentang kemungkinan itu dan membiarkannya menjawab dengan benar. Memang dibutuhkan keberanian dan besar yang lapang.

“Dalam setiap jenis ikatan, komunikasi sangatlah penting. Karena koneksi, membuat kita jadi mengetahui, ke mana sebuah hubungan akan berujung. Hanya duduk diam dan menyambut sesuatu terjadi, malah lebih mengandung. Jadi, tak ada salahnya bertanya, dengan catatan, Anda siap dan menerima segala jawabannya, ” ungkap Deidre.

Rekomendasi