siklon-tropis-surigae-meningkat-9-provinsi-ini-diminta-tingkatkan-kesiapsiagaan-1

Angin puyuh Tropis Surigae Meningkat, 9 Provinsi Ini Diminta Menggalakkan Kesiapsiagaan

Info

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

TABLOIDBINTANG. COM   –  Berdasarkan analisa BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Siklon Tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia, namun langgeng memberikan dampak tidak tepat bagi sejumlah provinsi dalam Tanah Air.

Prediksi BMKG hingga Sabtu (17/4) memukul 19. 00 WIB, gaya siklon tropis masih mau berada di perairan Samudera Pasifik dan diperkirakan bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11. 7 LU dan 129. 7 BT, atau sekitar 1. 040 kilometer sepihak utara timur laut Tahuna.

Siklon tropis ini diperkirakan akan bergerak dengan kemajuan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots ataupun 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Akibat pergerakan dan fenomena siklon tropis, BMKG memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir mengikuti angin kencang di sembilan wilayah meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Mengadukan, Kalimantan Timur, Sulawesi Melahirkan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Gelombang air laut setinggi 1. 25-2. 5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung – Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, serta Perairan Biak hingga Jayapura.

Gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2. 5-4. 0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kep. Talaud dan Perairan utara Halmahera.

Gelombang air laut setinggi 4. 0-6. 0 meter berpeluang terjadi di Besar Pasifik utara Halmahera tenggat Papua Barat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Pencegahan mengintruksikan kepada pemangku kebijakan pada Kabupaten/Kota di wilayah per agar dapat melaksanakan jalan penguatan kesiapsiagaan menghadapi kira-kira dampak dari siklon tropis tersebut.

Pemangku kebijakan di daerah juga diminta agar melaksanakan apa yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri menggunakan Direktorat Jenderal Bina Tata laksana Kewilayahan Nomor 360/2067/BAK agenda 16 April 2021 mengenai Langkah Antisipatif Terhadap Daya Bibit Siklon Tropis.

Artikel ini diambil dari laman BNPB. go. id.