Itu yang Sesungguhnya Terjadi Ketika Besar Manusia Jatuh Cinta

Itu yang Sesungguhnya Terjadi Ketika Besar Manusia Jatuh Cinta

Info

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  “WHY do fools fall in love? ” (Mengapa orang tolol jatuh mabuk? “), demikian pertanyaan yang diajukan   sebuah lagu. Tentu itu cuma kelakar. Orang pasti anjlok cinta beberapa kali dalam hidupnya dan tidak berarti menjadi bodoh. Tapi bolehlah kita mencari terang mengapa kita sampai jatuh nafsu dengan segenap perasaan lalu sering dan melupakan pertimbangan-pertimbangan logis.    

Profesor Arthur Aron dari State University of New York at Stonybrook termasuk yang   penasaran dengan hakekat cinta. Meski katanya abstrak, cinta diyakininya bisa dibedah dengan pisau ilmiah. Sekian lama mengeksplorasi dinamika mengenai apa dengan sesungguhnya terjadi ketika dua bani adam jatuh cinta, ia menemukan kira-kira hal menarik seperti berikut.

T: Apa yang memotivasi manusia untuk mencari cinta?
J: Menurut riset yang kami kerjakan, sangat penting bagi manusia buat merasa memiliki kemampuan untuk menjadi pribadi yang efektif, terutama pada hal hubungan (relationship). Salah utama cara kita   menjadi lulus adalah melalui pertalian kita dengan orang   lain. Nah, semangat primer manusia untuk terus membongkar-bongkar cinta adalah untuk memperluas dirinya dan meningkatkan kemampuan serta efektivitasnya.  

T: Bagaimana teori perluasan diri (self-expansion) menjelaskan proses lepas cinta?
J:   Biasanya kita jatuh cinta di seseorang yang kita anggap memikat dan pantas bagi diri kita. Tapi kadang kita jatuh nafsu pada orang yang menunjukkan mereka jatuh cinta pada kita. Tanda bahwa mereka tertarik pada kita menawarkan peluang penting untuk memajukan diri.   Kita merasa senang mengetahui diri kita bisa mewujudkan orang lain   jatuh nafsu.

T: Apakah hal ini selalu berhasil?
J:   Tidak. Perkecualian menarik terjadi jika kita merasa tak nyaman sesudah mengetahui fakta ada orang yang jatuh cinta pada kita. Kita cenderung kehilangan peluang untuk melorot cinta kalau kita merasa tak yakin orang lain menganggap kita menarik.

T: Kondisi apa selalu yang dianggap terbaik untuk bertemu seseorang dan jatuh cinta?
J: Ketika bertemu seseorang dalam kondisi tertentu yang memproduksi kita bergairah (misalnya demonstrasi politik, guncangan di pesawat terbang, pengejawantahan yang memancing), kita cenderung merasai rasa tertarik sampai tingkat betul tinggi. Efek ini telah terdokumentasi dengan baik. Tapi penjelasan menghantam hal ini sangat kontroversial. Aku cenderung percaya bahwa kita mengartikan situasi yang menggairahkan dengan karakter tertentu dan pengembangan diri kita sendiri dibandingkan dengan kondisi terbatas.

T: Kapan kita jatuh nafsu?
J:   Bertentangan dengan yang dipikirkan kebanyakan orang, statistik menunjukkan bahwa kebanyakan orang jatuh cinta pada orang yang telah dikenal selama beberapa zaman. Jadi, jatuh cinta tidak berlangsung instan. Orang yang dilaporkan jatuh cinta kilat   hanya berjumlah 1/3 atau 40 persen (dari   keseluruhan responden). Tentu selalu, hal ini bervariasi dari mulia budaya ke budaya lainnya. Jeblok cinta terjadi dengan cara berlainan antara budaya yang berlainan. Akan tetapi setiap budaya pasti mengalami cara jatuh cinta.

T: Bagaimana penampilan menjadi faktor dalam proses melorot cinta?
J:   Ini hal menarik. Kami menjumpai bahwa kalau penampilan Anda benar tidak menarik, ini bisa merusak peluang Anda untuk membangun ikatan romantik. Sebaliknya, berpenampilan menarik serupa tidak menjamin proses jatuh kasmaran.

T: Bagaimana Anda menjelaskannya?
J: Kami menemukan kalau ada dua karakteristik penting, yakni kebaikan hati (kindness) dan kecendekiaan (intelligence), yang sangat penting pada proses jatuh cinta. Penampilan menarik tidak terkait dengan hal tersebut. Dua karakteristik ini menjadi faktor-faktor yang   dipelajari mengenai seseorang dari interaksi sekian lama. Kecerdikan menjadi faktor penting dalam semua aspek kehidupan, terutama dalam kasmaran. Tapi kebaikan hati menjadi parameter paling kuat dalam sebuah ikatan jangka panjang. J ndra/discovery

Rekomendasi