Pamer Kemesraan di Media Sosial Pertanda Hubungan yang Rapuh?

Pamer Kemesraan di Media Sosial Pertanda Hubungan yang Rapuh?

Info

TABLOIDBINTANG. COM   –  Ternyata, cara yang paling tepat untuk menebak kondisi hubungan seseorang dengan pasangannya adalah lewat media sosial.

Seseorang yang mengucapkan pujian atau kata cinta terus-terusan terhadap pasangannya di media sosial sedang membikin apa yang disebut dengan ‘visibilitas hubungan’. Posting -an mereka di media sosial adalah citra yang ingin disampaikan kepada orang lain tentang ikatan mereka.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam sebuh jurnal Personality and Social Psychology Bulletin , apa yang terdengar bahagia sebenarnya hanyalah topeng untuk menyembunyikan ketidaknyamanan mereka soal hubungan dengan sebenarnya.

Periset dalam penelitian itu berhipotesis bahwa visibilitas hubungan sangat terkait dengan kekuatan hubungan tersebut sendiri. Individu yang cemas mempunyai keinginan untuk terus menerus membuktikan visibilitas hubungan.

Setelah meneliti 108 bagian untuk berpartisipasi dalam tiga menuntut terkait, hipotesis para peneliti itu terbukti benar.

“Setiap hari, ketika karakter merasa tidak aman atau merasa insecure dengan pasangan mereka, mereka mengarah membuat hubungan mereka lebih terlihat orang lain, ” tulis para peneliti. Studi ini menyoroti bagaimana orang menggambarkan diri mereka pada orang lain.

Dengan kata lain, kala seseorang merasa tidak aman pada hubungan mereka dan merasa sedih tentang pasangan mereka, mereka bakal mem- posting   dan memamerkannya di media baik untuk semacam validasi bahwa ikatan mereka baik-baik saja. Paling tak, komentar yang meyakinkan dari saudara atau kerabat tentang hubungan mereka bisa menjadi pengalihan dari menikmati tertekan. Temuan ini setara secara temuan penelitian lain yang menemukan bahwa pengguna media sosial tersebut tidak sebegitu “otentik” seperti barang apa yang mereka tampilkan di media sosial.

Airi Lampinen, rekan penulis menuntut terakhir, mengatakan dalam sebuah pancaran pers, bahwa terlau sering memamerkan diri atau posting tentang diri tunggal punya banyak elemen keberpura-purannya.