wedding-shaming-perusak-keindahan-momen-pernikahan-yang-nyata-1

Wedding Shaming, Perusak Keindahan Ketika Pernikahan yang Nyata

Info

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

TABLOIDBINTANG. COM   –  Bagi kebanyakan orang, bertemu momen pernikahan itu segalanya yang membahagiakan sekaligus menguatkan. Bahagia karena akhirnya mampu bersatu dalam ikatan nirmala dengan seseorang yang dicintai. Namun menegangkan, karena namanya sebuah hajat yang membabitkan banyak orang, maka hendak ada-ada aja yang berkomentar buruk tentangnya.

Dan perkembangan negeri media sosial membuat sakinah sekaligus ketegangan momen pernikahan mencapai level yang bertambah tinggi. Pasangan yang mutakhir menikah tentu sangat antusias untuk membagikan banyak ketika pernikahan melalui media sosialnya. Pada waktu bersamaan, hal ini membuka peluang para komentator keji untuk mencuaikan jejak kenyinyirannya.

Siapa gerangan mereka ini? Ya, mereka adalah para wedding shamers yang sangat gemar mengabulkan wedding shaming. Sederhananya, orang-orang yang suka mencari cela dari pernikahan seseorang. Berangkat dari makanan yang kira-kira kurang atau rasanya tak enak, pakaian pengantin dengan dinilai kuno atau bahkan norak, hingga dekorasi atau bahkan suvenir pernikahan mengikuti dikomentari. Tidak menutup kemungkinan, sosok pengantinnya pun oleh karena itu sasaran. Misal, tidak terlihat serasi lah, tidak cantik lah, dan lain-lain.

Duh, serius? Orang-orang ini benar-benar kuat hanya demi memuaskan dirinya sendiri sampai-sampai rela merusak hari bahagia orang asing. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi para wedding shamers yang kemunculannya tidak bisa dicegah itu? Dilansir dari Brides, setidaknya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, terutama oleh pasangan pengantin yang bersangkutan.

1. Pastikan Anda dan pasangan kompak

Dari sejak awal merancangkan, pastikan Anda dan pasangan sudah satu suara terkait bagaimana pernikahan akan diselenggarakan. Ini akan menguatkan moral Anda ketika ada orang lain mengkritik, misalnya masa Anda memilih atau tidak memilih melakukan masa pingit, memilih atau tidak memilih mengundang tamu, dan lain-lain. Biarkan orang mau bilang apa, satu orang selalu yaitu suami sendiri berharta di pihak Anda sudah cukup.

2. Tanggapi dengan respons yang bagus

Ya, mendengarkan data yang kadang lebih terasa seperti mencampuri urusan pribadi sangat menjengkelkan. Hei, tak bisakah sesederhana ‘turut berbahagia’ untuk pasangan yang menikah? Namun bagaimanapun kenyinyiran yang Anda terima, tetap tanggapi dengan santun agar tak makin merusak mood Kamu. Berilah jawaban seperti, ‘Terima kasih perhatiannya. Tapi ini lah yang terbaik yang mampu kami lakukan dan menurut kami ini sudah betul membuat kami bahagia. Sama seperti Anda yang tenteram dengan pilihan Anda’.

3. Hubungi secara awak pelaku wedding shaming

Terlebih jika Anda mengenalnya secara pribadi dan lulus dekat, seperti keluarga ataupun teman. Anda sangat berhak mengutarakan perasaan terluka Anda karena kritik yang itu sampaikan. Sisanya, pilihan itu pribadi untuk meminta maaf atau malah cuek selalu. Anda kemudian bisa menghargai apakah mereka sekadar menggubris atau memang jahat di Anda.

4. Untuk pernyataan di media baik

Saat Anda berangkat mengunggah foto-foto dan gambar pernikahan di media sosial, langsung barengi dengan pernyataan terbuka. Misalnya, ‘Semoga tidak terpikir untuk berkomentar membatalkan soal hari bahagia awak, terima kasih’.

5. Abaikan komentar negatif

Eh, tetap saja tersedia yang nyinyir walau agak-agak dengan kalimat yang bertambah halus. Kalau kejadiannya bagaikan ini, Anda benar-benar kudu mengabaikannya. Jangan ditanggapi, pendapat saja tidak ada. Menyapu sekalian komentar mereka dari media sosial Anda, minus perasaan tidak enak sedikit pun. Kenyamanan Anda bertambah utama.

6. Tetap konsultasikan dengan pihak vendor

Kadang pernikahan oleh karena itu memiliki cela karena kurangnya komunikasi antara pasangan yang menikah dan pihak jasa atau vendor. Semakin banyak Anda dan pasangan menyepakati sesuatu dengan khusus, semakin kecil kemungkinan Anda kesal terhadap pernikahan Anda sendiri. Kalau Anda sendiri ragu, bagaimana meyakinkan orang lain untuk tidak mencela ijab kabul Anda?

loading…